Survei NTP di Desa Gunong Buloh Kec. Panga

 

SPDT 2012

Setelah ‘diasramakan’ dan mendengar instruksi tentang materi survei Penyempurnaan Diagaram Timbang Nilai Tukai Petani 2012 selama 4 hari (senin, 8 okt – 11 okt 2012), akhirnya para KSK dan mitra kembali harus ‘berperang’ dengan realita di lapangan. Untuk Kabupaten Aceh Jaya, kami mulai dari Desa Gunong Buloh Kecamatan Panga untuk menyasar petani yang mempunyai usaha pohon Durian. Sebelum menuju desa ini, sebelumnya sudah di lakukan ‘penyisiran’ di desa Gle Putoh. Tapi sayang, dari beberapa nama yang sudah di temui, tidak memenuhi Syarat untuk dijadikan responden Survei ini.

Kembali ke TKP, desa Gunong Buloh berjarak lebih kurang 9 km dari Pusat Pasar Panga (Desa Keude Panga), bisa dicapai dengan mudah karena sebagian besar jalan yang menuju desa ini sudah teraspal. Sesampai di lokasi, KSK Panga, Mr. Darwin Dani mencoba melakukan ‘SOP’ ketika memasuki suatu desa. SOP = Menghubungi Pak Sekdes atau Pak Keuchik atau pejabat lainnya untuk memberitahukan kegiatan BPS. Dan sayang nya hari itu yang di tuju tidak ada ditempat. Ya sudah ‘penyisiran’ calon responden di lanjutkan dengna menanyakan kepada warga yang di temui.

Setelah nama – nama calon responden di dapat, maka setelah dilakukan pengecekan terhadap syarat-syarat agar seorang petani bisa dijadikan responden. Dan akhirnya bapak Sofyan Yunus Jadi responden Pertama Pelaksanaan Survei SPDT NTP 2012. Selamat – selamat Pak..hehe maaf ya tidak ada acara seremonial meskipun kecil – kecilan😀..

Dan pencacahan diteruskan jg ke tiga responden yg kebetulan berada di lokasi pencacahan. Karena pencacahan menanyakan detail tentang pola Konsumsi rumah tangga, makanya agak sedikit lama (paling tidak 1 jam lebih untuk 1 responden). sedap.sedap..

Beruntung nya kami hari itu dikunjungi oleh salah satu Kasie dari BPS Prov Aceh😀. Sambil menunggu beliau yang ditemani oleh Kasie Distribusi BPS Aceh Jaya [Djuadi,SE] dan Ka. BPS [Bahruddin, SE], kami nitip logistik untuk makan siang😀. soalnya kurang efektif kalau harus balek ke pusat pasar kec.Panga, ya gak..ya ajalah

After break, di bayangi cuaca yang sudah mulai mendung, perburuan responden di lanjutkan ke TKP. Ada 1 orang responden yang saat ditemani tim pengawas tersebut, tidak memenuhi syarat untuk jadi responden survei ini (Pendapatan nya dari sektor pertanian < 50 %) dari total pendapatan sebulan. Next ke responden yang lain, dan memenuhi syarat untuk dijadikan responden, ditemani hujan rintik-rintik sampai hujan lebat pencacahan di lanjutkan di rumah sang petani tersebut. dan sekitar 1 jam kemudian selesai. Cuaca sudah tidak mendukung untuk melanjutkan pencacahan. Hujan Deras.

AKhirnya pencacahan di hentikan untuk hari itu…

Tim pengawas meluncur meninggalkan TKP..dan KSK pun berehat sebntar menunggu hujan berhenti meskpun akhirnya harus jg menerobos hujan yang menghujam bumi menemani tim KSK kembali ke Calang…

Senin 22 Oktober 2012

Survei Penyempurnaan Diagram Timbang Nilai Tukar Petani 2012

Ubinan Padi di Masen Kec Darul HikahHampir setengah dari jumlah penduduk Indonesia bergantung hidup pada sektor pertanian dimana sekitar 36 persern(Sakernas Agustus 2011) distribusi tenaga kerja diserap oleh sektor tersebut. Hal ini mencerminkan bahwa sektor pertanian sesungguhnya masih menjadi tumpuan bagi penduduk Indonesia dan sekaligus sebagai penyumbang terhadap pertumbuhan ekonomi sekalipun dalan keadaan resesi.

Pelaku sektor pertanian, khususnya petani, adalah masyarakat yang umumnya tinggal atau menetap di wilayah perdesaan. Sedikit ironis bahwa di satu sisi sektor pertanian sebagai pemberi sumbangan yag berarti terhadap perekonomian namun di sisi lain tingkat kesejahteraan petani yang berusaha pada sektor pertanian pada umumnya(diduga) berada disekitar garis kemiskinan, Sehubungan dengan itu, maka perlukan suatu indikator yang secara akurat dapat mengukur kemampuan daya beli petani. Ukuran ini disajikan sebagai bentuk perhatian dan kepedulian pemerintah yang berguna sebagai dasar pengambilan kebijakan dan keberpihakan kepada petani agar mereka tetap bersemangat dalam mengelola usaha pertanian.

Salah satu indikator yang dapat digunakan sebagai proxy tingkat kesejahteraan petani di daerah perdesaan adalah indikator Nilai Tukar Petani (NTP). Dimana NTP merupakan perbandingan indeks harga yang diterima oleh petani terhadap indeks harga yang dibayar petani. Salah satu bahan dasar dalam perhitungan NTP adalah diagram timbang dan paket komoditas dimana diagram timbang dan paket komoditas didapat dari hasil survey penyempurnaan diagaram timbang. Untuk saat ini perhitungan NTP masih menggunakan diagram timbang tahun dasar 2007. Seiring dengan perkembangan teknologi, perubahan iklim/cuaca, perubahan pendapatan petani dan perubahan akan permintaan komoditas serta perubahan sikap masyarakat atas komoditas yang dihasilkan petani dapat mengubah pola Tanam dan konsumsi petani. Oleh karena paket komoditas dan diagram timbang NTP tahun dasar 2007 diperkirakan sudah tidak sesuai lagi untuk menggambarkan keadaan sekarang secara tepat yang diakibatkan oleh perubahan-perubahan tersebut.

Pada thau 2008-2011 BPS RI dan Kementrian Kelautan dan Perikakan (KKP) RI telah melakukan survey penyusunan diagaram timbang subkector perikatan tangkap(NTN) dan perikanan budidaya(NTNPI). Oleh karena itu, untuk survey penyempurnaan diagram timbang kali ini hanya mencakup subkector tanaman pangan, tanaman hortikultura, tanaman perkebunan rakyat dan peternakan di 32 provinsi (kecuali DKI Jakarta) di Indonesia. Jumlah sampel keseluruhan sebanyak 46.300 rumah tangga di daerah perdesaan.

Tujuan dari survei ini adalah  :

  1. Memperoleh nilai produksi dan jenis komoditas pertanian yang banyak dihasilkan petani dan persentase marketd surplusnya.
  2. Memperoleh nilai konsumsi dan biaya produksi serta komoditas yang banyak di gunakan oleh rumah tangga pertanian, baik untuk keperluan rumah tangga maupun digunakan dalam proses produksi pertanian.
  3. Menyusun struktur input untuk setiap komoditas serta rasio biaya produksi terhadap total produksi.
  4. Sebagai bahan untuk menyusun paket komoditas diagaram timbang Nilai Tukar Petani (NTP).

Berikut adalah syarat rumah tangga tani yang dapat menjadi respondes survey ini :

  1. Jumlah anggota rumah tangganya lebih dari satu dan kurang dari 11 (1<jumlah ART<11)
  2. Salah satu anggota rumah tangga mengusahakan komoditas utama pertanian terpilih
  3. Penghasilan rata-rata per bulan rumah tangga dari sektor pertanian harus lebih dari 50 persen dari total penghasilan rumah tangga.
  4. Komoditas jenis usaha sektor pertanian harus memenuhi syarat Batas Minimal Usaha (BMU)
  5. Komoditas yang diusahakan sudah menghasilkan dan dijual dalam referensi waktu survey
  6. Hasil produksi jenis komoditas usaha subsector pertanian minimal 11 persen dari produksi normal.
  7. Rumah tangga berdomisili di wilayah sampel minimal 1 tahun
  8. Usaha tidak berbadan hukum.

Pelaksanaan survei ini berlangsung dari tanggal 16 Oktober – 15 November 2012. Untuk Kabupaten Aceh Jaya ada beberapa komoditas yang menjadi sampel yaitu : Cabe Merah BMU ( 500 M2), Kacang Panjang (BMU 250 M2), Kangkung (BMU 100 M2), Ketimun (BMU 500 M2), Terung[panjang/bulat](BMU 900 M2), Durian(BMU 3 Pohon), Semangka (100 M2), Karet ( 150 Pohon, Cengkeh 15 Pohon).

Untuk saat ini, para petugas yaitu KSK (Koordinator Statistik Kecamatan) sedang melakukan pencarian dimana lokasi-lokasi komoditas tersebut di usahakan.  Partisipasi aktif petani yang menjadi sampel sangat menentukan hasil survei ini.

Persiapan Sensus Pertaniaan 2013

Menjelang dilaksanakan salah satu even 10 tahunan, ST2013, BPS terus melakukan persiapan melalui serangkaian survei. Survei tersebut antara lain Pendataan Penggilingan Padi 2012, Survei Konversi Beras 2012, Updating direktori Perusahan Pertanian.
Untuk Survei Penggilingan Padi 2012(PIPA12) di Kecamatan Sampoiniet ada 7 tujuh tempat penggilingan padi yang ditemukan dari hasil ‘sweeping’. Dan semua nya sudah di data untuk keperluan ST2013.
Untuk kegiatan Updating Perusahan Pertanian, saat ini sedang berlangsung. Termasuk di dalamnya antara lain PPI (10 Tempat di Aceh Jaya, 4 diantarnya di Sampoiniet), Perusahan Perkebunan, Kehutanan, Koperasi, Yayasan dll.

Bolehkah bertanya tentang honor mitra kami

Mungkin itulah yang ada di benak sebagian KSK saat ini, (atau paling tidak saya sendiri) inginnya menanyakan kejelasan honor-honor atas kegiatan yang telah ‘lalu’. Bukan rahasia lagi kalau KSK sering mendapat bejibun sms dan telp dari para mitra yang menanyakan ttg kejelasan honor atas pekerjaan yang telah mereka laksanakan. Gimana pak sudah ‘masak’ belum?, sudah cair belum pak?, Sepertinya masih lama ya pak?. Itulah sebagian kecil contoh sms yang diterima KSK sebagai petugas lapangan BPS yang katanya sebagai ujung tombak. Ujung tombak yang dalam arti sebenarnya bisa dianalogikan; menerima semua tantangan seperti apapun, sedangkan pemegang tombaknya, cuma merasakan sedikit getaran ditangan nya.

Sebagai petugas koordinasi terhadap mitra statistik, seharusnya KSK diberikan informasi yang  jelas tentang proses keuangan. Kenapa bisa terjadi keterlambatan yang dalam istilah makanan bisa di bilang ‘expire’ karena lamanya proses keuangan tersebut. Permasalah ketidak jelasan informasi ini ditambah lagi dengan ketidakberanian KSK bertanya banyak karena ‘kamu cuma KSK’.  

Tapi kalau boleh sedikit memberikan saran kepada pimpinan, bolehkan lah mereka KSK bertanya sepuas hati tentang honor yang berhubungan dengan mitra mereka, biarkan mereka mengakses informasi seluas-luasnya tentang proses di keuangan, sehingga nantinya kita akan tahu bahwa siapa sebenarnya yang bisa di tunjuk sebagai biang yang nampaknya tidak bisa mengadopsi Statcap-Cerdas yang telah di deklarasikan.  KSK kah atau…

 

 

BPS merilis Hasil Sensus Penduduk 2010

Setelah melewati berbagai rangkaian proses, Akhirnya Badan Pusat Statistik merilis Data Hasil Sensus Penduduk 2010 atau SP2010. Berikut link nya SP2010 .Data yang ditampilkan dapat di browser berdasarkan wilayah, Topik dan juga indikator antar wilayah. Semoga data yang dirilis bermanfaat untuk pembangunan Indonesia.

Kecamatan Sampoiniet dimekarkan

Sejak Juni 2011, ada 3 Kecamatan di Aceh Jaya yang dimekarkan. Salah satu Kecamatan yang dimekarkan itu adalah Kecamatan tercinta😀 Sampoiniet. Sampoiniet dimekarkan menjadi Sampoiniet (Kecamatan Induk) dan Darul Hikmah. Masing-masing kecamatan terdiri dari 19 desa yang tersebar dari pesisir sampai ke kaki pegunungan. Berikut desa-desa yang termasuk dalam Kecamatan Baru Darul Hikmah :

1. Patek, 2. Blang Dalam, 3.Gampong Baro P, 4. Pajar, 5. Reuntang, 6. Pajar, 7.Cot Pange, 8.Arongan, 9.Krueng Tho, 10.Paya Santeut, 11.Ujong Rimba, 12.Gunong Cut, 13.Sayeung, 14.Alue Gajah, 15.Gampong Baro L, 16.Lamteungoh, 17.Babah Dua, 18.Masen dan 19. Teupin Asan.

Ke 19 Desa tersebut masuk dalam Mukim Lamteungoh dan Kuta Baro, selain desa-desa tersebut tergabung dalam Kecamatan Sampoiniet yang terdiri dari mukim Kulam Mutia dan Pante Purba.

Semoga dengan pemekaran Kecamatan baru ini, akan ada peningkatan pelayanan publik dan juga terjadi penyebaran pembangunan yang lebih cepat, dan bukan malah menambah ‘cost operasional’ yang tinggi😀.. go go.. Sampoiniet dan Darul Hikmah

Hasil Olah Cepat PSPK 2011

Setelah dilakukan pencacahan Lapangan oleh 35 orang petugas(24 PCL,10 PML, 1 KSK) dari tanggal 1-30 Juni 2011, akhirnya didapatkan jumlah sapi potong, sapi perah dan juga kerbau yang tersebar di Kecamatan Sampoiniet. Untuk Pendataan PSPK, BPS masih menggunakan Master File Desa (MFD) sebelum pemekaran, karena saat posting ini dibuat, Kecamatan Sampoiniet telah dimekarkan menjadi 2 kecamatan, yaitu Sampoiniet (induk) dan Darul Hikmah.

Berikut hasil oleh cepat melalui sms yang dikirimkan oleh PML ke server BPS tentang jumlahPemelihara, Sapi Potong, Sapi Perah dan Kerbau per Desa

Desa

Pemelihara

Sapi Potong

Sapi Perah

Kerbau

Patek

6

40

0

0

Blang Dalam

24

167

0

0

Gampong Baro P

23

175

0

16

Kuala Bakong

39

207

0

0

Pajar

19

75

0

9

Reuntang

29

65

0

25

Cot Pange

10

21

0

0

Arongan

18

70

0

44

Cot Langsat

11

23

0

26

Mataie

7

68

0

0

Jeumpheuk

14

87

0

0

Babah Nipah

5

27

0

0

Kuala Ligan

50

289

0

0

Seumantok

50

176

0

0

Krueng Tho

30

72

0

0

Panton Krueng

12

46

0

0

Paya Santeut

4

9

0

0

Lam Teungoh

17

66

0

0

Ujong Rimba

39

117

0

0

Gunung Cut

15

49

0

1

Sayeung

2

3

0

0

Babah Dua

20

47

0

5

Gampong Baro L

18

42

0

1

Alue Gajah

12

48

0

0

Masen

25

43

0

18

Teupin Asan

2

2

0

0

Blang Luah

24

64

0

19

Cot Punti (ex Upt V Patek)

23

65

0

0

Ligan

58

121

0

0

Lhok Kruet

11

61

0

0

Pulo Raya

7

15

0

13

Krueng No

44

148

0

0

Crak Mong

19

69

0

2

Meunasah Kulam

7

32

0

0

Blang Monlung

12

29

0

0

 Alue Gro

20

83

0

0

 Ie Jeureungeh

22

68

0

1

 Ranto Sabon

29

82

0

1

Jumlah

777

2.871

0

181

Untuk hasil akhir dari PSPK ini saat ini sedang dilakukan pengolahan oleh tim IPDS(Integrasi Pengolahan dan Diseminasi Statistik)  BPS Aceh Jaya.

Btw, honor untuk tim yang sudah melakukan pendataan ini gimana kabar nya ya😀..semoga para mitra yang telah bekerja bisa bersabar menghadapi ‘lambatnya’ proses pembayaran pendataan ini.

Susenas Triwulan 2 Juni 2011

Susenas atau Survei sosial ekonomi nasional biasa nya dilakukan 1 kali dalam setahun, sekarang di tingkatkan ‘intensitasnya’ menjadi 4 kali dalam 1 tahun. Survei ini dilakukan dengan menggunakan Dokumen KOR, dan Modul..hehe..modul ini yang bikin pusing para pencacah lapangan. Untuk tahun 2011 ini, modul yang digunakan adalah modul Konsumsi. Konsumsi Makanan dan Non Makanan. Ada sekitar 400 an pertanyaan😀 yang harus ditanyakan ke responden/rumah tangga. uuh…uuh..perlu 1-2 jam per rumah tangga untuk mendapatkan data survei ini.

Tujuan Umum survei ini adalah untuk mengetahui tingkat pertumbuhan ekonomi, tingkat kemiskinan makro, perbedaan pendapatan, de el el. Bagi Masyarakat, survei ini sepertinya sangat membuat mereka ‘terganggu’. Artinya ketika pencacah menanyakan ‘seabrek’ pertanyaan, biasa nya responden akan malas untuk menjawab, dan akhirnya jawabannya adalah;..terserah mau diisi berapa, berapa ya, ya segitu mungkin, gak tau lagi, dan saya bingung, dan saya bingung😀.

Petugas sendiri sangat kewalahan dengan survei ini, menghadapi tanggapan masyarakat yang sangat beragam😀, memastikan tidak terjadi ‘over’ konsumsi perkapita perminggunya, dll. Tapi data ini sangat penting untuk melihat sejauh mana tingkat pertumbuhan ekonomi dalam periode pencacahan survei ini. Menarik dibahas disini adalah bahwa ‘penting’ nya data ini hanya diketahui oleh para ‘punggawa’ BPS saja, sedangkan masyarakat?..hehe..hampir2 bisa dikatakan zero informasi tentang hal ini. Buktinya mereka tidak tahu untuk apa data ini, dan bertambah tidak mengerti ketika ada penjelasan dari petugas ttg pertumbuhan ekonomi, tingkat pendapatan dll. Kenapa masyarakat bisa ‘mendadak’ malas meladeni pertanyaan tentang data ini ?.Satu Kata : SOSIALISASI. Kurangnya atau bisa dikatakan tidak ada sosialisasi sama sekali kepada masyarakat tentang survei ini. Seandainya masyarakat diinformasikan tentang susenas ini, paling tidak ada info dasar bagi masyarakat tentang survei ini, sehingga masyarakat akan lebih ‘atraktif’ dalam menjawab pertanyaan2 yang ada dalam susenas ini. Semoga kedepan ada langkah-langkah konkrit agar kegiatan-kegiatan BPS bisa lebih ‘membumi’😀..Walaupun demikian banyak juga responden yang memberikan jawaban dengan sabar dan meladeni dengan baik para pencacah.

Koordinat Desa di Sampoiniet

Bagi yang belum tahu dimana Kecamatan Sampoiniet, berikut saya lampirkan koordinat dari desa-desa yang ada di Sampoiniet.

Semoga kalau ada yang perlu kesana..sudah ada gambaran dimana lokasi yang mau dituju.

check this link SAMPOINIET

 

PSPK, mencari data populasi dasar Sapi dan Kerbau

Mulai dari tanggal 1 Juni 2o11,  kegiatan utama nya adalah PSPK2011 atau kalau versi panjangnya..Pendataan Sapi Potong, Sapi Perah dan Kerbau. Kegiatan ini merupakan kerjasama BPS dengan Ditjen PKH atawa Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan. Kegiatan ini bertujuan untuk memperoleh data populasi dasar dalam rangka mendukung pencapaian Program Swasembada Daging Sapi dan Kerbau(PSDSK) tahun 2o14. Diharapkan dengan diperoleh data populasi dasar ini akan mempermudah penentuan arah kebijakan PSDSK sampai dengan tahun 2014.

Tujuan Khusus kegiatan ini antara lain :

  • Memperoleh data populasi dasar sapi potong, sapi perah dan kerbau tahun 2011 dengan cara sensus berskala nasional.
  • Memperoleh struktur populasi sapi potong, menurut umur, jenis kelamin, dan rumpun ternak, khusus sapi perah dan kerbau hanya menurut jenis kelamin dan umur.
  • Mengetahui posisi stok sapi potong, sapi perah dan kerbau berdasarkan populasi dasar, komposisi populasi dan rumpun.
  • Mengetahui produksi daging dalam negeri yang dihitung berdasarkan ketersediaan stok selama kurun waktu tahun 2010-2014 dalam rangka pencapaian program PSDSK tahun 2014.
  • Memperoleh data lengkap seluruh unit usaha(rumah tangga pemelihara, perusahaan berbadan hukum, pedagang, dan lainnya).
  • Memperoleh raw data(by name, by address) unit usaha yang memelihara dan memperdagangkan sapi potong, sapi perah dan kerbau yang lengkap, akurat dan mutakhir sebagai database untuk pendataan pada tahun-tahun berikutnya.

Nah lho..sapi kok di data gimana cara nya?. Sapi nya yang ditanyain?, ya gak lah..entar kita harus nyari penerjemah lagi😀. Tapi yang ditanyain adalah yang punya sapi :d

Anyway untuk kecamatan Sampoiniet(ruang lingkup kegiatan nya di seluruh indonesia :33 prov, 497 kab/kota, 6.699 kec dan 77.548 desa/kelurahan) kita merekrut 34 orang petugas ditambah 1 orang KSK Sampoiniet dari BPS Aceh Jaya. Petugas  berasal dari desa-desa potensi ternak yang ada di kec  Sampoiniet.

Nah bagi aparatur desa, tokoh masyarakat dan juga masyarakat yang kedatangan tim atau petugas Pendataan ini, mohon kerjasamanya. Berikan data seakurat mungkin, karena data anda sangat penting untuk pembangunan Indonesia, khususnya untuk Kecamatan Sampoiniet sendiri. Data yang diberikan akurat akan menyebabkan ketepatan dalam pengambilan kebijakan..tapi kalau data nya tidak akurat akan salah sasaran..hehe atau..mau nya ke gunung entar jadi nya malah ke laut😀.