Survei Penyempurnaan Diagram Timbang Nilai Tukar Petani 2012

Ubinan Padi di Masen Kec Darul HikahHampir setengah dari jumlah penduduk Indonesia bergantung hidup pada sektor pertanian dimana sekitar 36 persern(Sakernas Agustus 2011) distribusi tenaga kerja diserap oleh sektor tersebut. Hal ini mencerminkan bahwa sektor pertanian sesungguhnya masih menjadi tumpuan bagi penduduk Indonesia dan sekaligus sebagai penyumbang terhadap pertumbuhan ekonomi sekalipun dalan keadaan resesi.

Pelaku sektor pertanian, khususnya petani, adalah masyarakat yang umumnya tinggal atau menetap di wilayah perdesaan. Sedikit ironis bahwa di satu sisi sektor pertanian sebagai pemberi sumbangan yag berarti terhadap perekonomian namun di sisi lain tingkat kesejahteraan petani yang berusaha pada sektor pertanian pada umumnya(diduga) berada disekitar garis kemiskinan, Sehubungan dengan itu, maka perlukan suatu indikator yang secara akurat dapat mengukur kemampuan daya beli petani. Ukuran ini disajikan sebagai bentuk perhatian dan kepedulian pemerintah yang berguna sebagai dasar pengambilan kebijakan dan keberpihakan kepada petani agar mereka tetap bersemangat dalam mengelola usaha pertanian.

Salah satu indikator yang dapat digunakan sebagai proxy tingkat kesejahteraan petani di daerah perdesaan adalah indikator Nilai Tukar Petani (NTP). Dimana NTP merupakan perbandingan indeks harga yang diterima oleh petani terhadap indeks harga yang dibayar petani. Salah satu bahan dasar dalam perhitungan NTP adalah diagram timbang dan paket komoditas dimana diagram timbang dan paket komoditas didapat dari hasil survey penyempurnaan diagaram timbang. Untuk saat ini perhitungan NTP masih menggunakan diagram timbang tahun dasar 2007. Seiring dengan perkembangan teknologi, perubahan iklim/cuaca, perubahan pendapatan petani dan perubahan akan permintaan komoditas serta perubahan sikap masyarakat atas komoditas yang dihasilkan petani dapat mengubah pola Tanam dan konsumsi petani. Oleh karena paket komoditas dan diagram timbang NTP tahun dasar 2007 diperkirakan sudah tidak sesuai lagi untuk menggambarkan keadaan sekarang secara tepat yang diakibatkan oleh perubahan-perubahan tersebut.

Pada thau 2008-2011 BPS RI dan Kementrian Kelautan dan Perikakan (KKP) RI telah melakukan survey penyusunan diagaram timbang subkector perikatan tangkap(NTN) dan perikanan budidaya(NTNPI). Oleh karena itu, untuk survey penyempurnaan diagram timbang kali ini hanya mencakup subkector tanaman pangan, tanaman hortikultura, tanaman perkebunan rakyat dan peternakan di 32 provinsi (kecuali DKI Jakarta) di Indonesia. Jumlah sampel keseluruhan sebanyak 46.300 rumah tangga di daerah perdesaan.

Tujuan dari survei ini adalah  :

  1. Memperoleh nilai produksi dan jenis komoditas pertanian yang banyak dihasilkan petani dan persentase marketd surplusnya.
  2. Memperoleh nilai konsumsi dan biaya produksi serta komoditas yang banyak di gunakan oleh rumah tangga pertanian, baik untuk keperluan rumah tangga maupun digunakan dalam proses produksi pertanian.
  3. Menyusun struktur input untuk setiap komoditas serta rasio biaya produksi terhadap total produksi.
  4. Sebagai bahan untuk menyusun paket komoditas diagaram timbang Nilai Tukar Petani (NTP).

Berikut adalah syarat rumah tangga tani yang dapat menjadi respondes survey ini :

  1. Jumlah anggota rumah tangganya lebih dari satu dan kurang dari 11 (1<jumlah ART<11)
  2. Salah satu anggota rumah tangga mengusahakan komoditas utama pertanian terpilih
  3. Penghasilan rata-rata per bulan rumah tangga dari sektor pertanian harus lebih dari 50 persen dari total penghasilan rumah tangga.
  4. Komoditas jenis usaha sektor pertanian harus memenuhi syarat Batas Minimal Usaha (BMU)
  5. Komoditas yang diusahakan sudah menghasilkan dan dijual dalam referensi waktu survey
  6. Hasil produksi jenis komoditas usaha subsector pertanian minimal 11 persen dari produksi normal.
  7. Rumah tangga berdomisili di wilayah sampel minimal 1 tahun
  8. Usaha tidak berbadan hukum.

Pelaksanaan survei ini berlangsung dari tanggal 16 Oktober – 15 November 2012. Untuk Kabupaten Aceh Jaya ada beberapa komoditas yang menjadi sampel yaitu : Cabe Merah BMU ( 500 M2), Kacang Panjang (BMU 250 M2), Kangkung (BMU 100 M2), Ketimun (BMU 500 M2), Terung[panjang/bulat](BMU 900 M2), Durian(BMU 3 Pohon), Semangka (100 M2), Karet ( 150 Pohon, Cengkeh 15 Pohon).

Untuk saat ini, para petugas yaitu KSK (Koordinator Statistik Kecamatan) sedang melakukan pencarian dimana lokasi-lokasi komoditas tersebut di usahakan.  Partisipasi aktif petani yang menjadi sampel sangat menentukan hasil survei ini.

Posted on October 19, 2012, in Nilai Tukar Petani and tagged , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: